Reinterpretasi Tasawuf di Kalangan Generasi Milenial: Analisis Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead

Cahyo Muliawan, Masdar Hilmy, Desi Erawati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena reinterpretasi tasawuf di kalangan generasi milenial dalam perspektif interaksionisme simbolik yang dikembangkan oleh George Herbert Mead. Tasawuf yang secara tradisional dipahami sebagai dimensi spiritual Islam mengalami transformasi makna seiring perkembangan modernitas, globalisasi, dan kemajuan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan dengan tasawuf, modernitas, serta teori interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi tasawuf di kalangan milenial ditandai oleh pergeseran makna dari praktik tarekat tradisional menuju spiritualitas yang lebih personal, fleksibel, dan kontekstual. Tasawuf tidak hanya dipahami sebagai praktik asketis, tetapi juga sebagai sarana pencarian ketenangan batin, kesehatan mental, serta pembentukan identitas spiritual. Selain itu, media digital berperan penting dalam memperluas akses dan membentuk simbol-simbol baru dalam praktik tasawuf, sehingga proses pemaknaan menjadi lebih dinamis dan terbuka. Dalam perspektif interaksionisme simbolik, makna tasawuf dibentuk melalui proses interaksi sosial, interpretasi simbol, dan pengalaman subjektif individu.


Keywords


Sufisme, generasi milenial, reinterpretasi, interaksionisme simbolik, spiritualitas modern

Full Text:

PDF

References


Abdullah. (2013). Studi tentang modernisme Islam. Sulesana, 8(2).

Al-Munawar, S. A. H. (2004). Al-Qur’an membangun tradisi kesalehan hakiki. Jakarta: Ciputat Press.

Arianto, B. (2024). Triangulasi metoda penelitian kualitatif. Balikpapan: Borneo Novelty Publishing.

Arisandi, H. (2014). Buku pintar pemikiran tokoh-tokoh sosiologi dari klasik sampai modern. Jakarta: IRCiSoD.

Arifin, M. S. (1994). Penelitian kualitatif dalam ilmu-ilmu sosial dan keagamaan. Dalam I. Arifin (Ed.), Penelitian kualitatif dalam ilmu-ilmu sosial dan keagamaan (hlm. 51). Malang: Kalimasahada Press.

As, A. (2002). Pengantar studi tasawuf. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Fathurahman, O. (2004). Book review: Jaringan ulama: Pembaharuan dan rekonsiliasi dalam tradisi intelektual Islam di dunia Melayu-Indonesia. Studia Islamika: Indonesian Journal for Islamic Studies, 11(2), 361–382.

Fauzi, R. (2025). Menggali neo-sufisme: Tradisi, kritik dan relevansi di Indonesia. Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam, 5(1), 1–9.

Fitrawati. (2021). Tasawuf sebagai solusi dari kosongnya spiritualitas pada masyarakat modern akibat perkembangan teknologi. Tajdid, 24(2), 161.

Garaudy, R. (1989). The balance sheet of western philosophy in this century. Dalam Toward Islamization of Disciplines (No. 6, hlm. 397). Malaysia: International Institute of Islamic Thought.

Hakim, B. R. (2025). Resurgency of Sufi Islam in Indonesia: From the periphery to the center. Ilmu Ushuluddin, 12(1), 87–106.

Hamka. (1990). Prinsip dan kebijaksanaan dalam dakwah Islam. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Huda, S. (2015). Tasawuf kultural: Fenomena shalawat Wahidiyah. Surabaya: Imtiyaz.

Ismail, F. (2001). Islam transformatif sosial dan kontinuitas sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kahmad, D. (2002). Tarekat dalam Islam: Spiritualitas masyarakat modern. Bandung: Pustaka Setia.

Mannan, A. (2018). Esensi tasawuf akhlaki di era modernisasi. Jurnal Aqidah, 6(1), 46.

Martin, & Julia. (2008). Urban sufisme. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Muhayya, A. (2001). Peranan tasawuf dalam menanggulangi krisis spiritual. Dalam M. A. Syukur et al., Tasawuf dan krisis (hlm. 126). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Muzakkir. (2007). Tasawuf dalam kehidupan kontemporari: Perjalanan neo-sufisme. Jurnal Ushuluddin, 26.

Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265-278.

Pernandi, I. (2018). Studi kajian interaksionisme simbolik Pondok Pesantren Misbahulkhoir Bojong Purwakarta. MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran, 4(1), 1–10.

Putro, S. (1998). Muhammad Arkoun tentang Islam dan modernitas. Jakarta: Paramadina.

Razak, N. (1989). Dienul Islam. Bandung: Ma’arif.

Ritzer, G., & Goodman, D. J. (2008). Teori sosiologi: Dari teori sosiologi klasik sampai perkembangan mutakhir. Bantul: Kreasi Wacana.

Robbins, S. P. (2003). Organizational behavior. Mexico: Prentice Hall.

Rogers, E. M. (1994). A history of communication study: A biographical approach. New York: The Free Press.

Selamat, K., & Sanusi, I. (2012). Akhlak tasawuf: Upaya meraih kehalusan budi dan kedekatan Ilahi. Jakarta: Kalam Mulia.

Sugiyono. (2005). Memahami penelitian. Bandung: Alfabeta.

Umiarso, & Elbadiansyah. (2014). Interaksionisme simbolik: Dari era klasik hingga modern. Jakarta: Rajawali Pers.




DOI: http://dx.doi.org/10.61590/int.v4i01.263

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Publisher: Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah
Jl. Norman Umar No. 117 Rt. 7 Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kode Pos 71415. Email: integrasijurnal@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats