Keterlibatan Calon Istri dalam Menentukan Mahar Perkawinan: Perspektif Mazhab Syafi’i
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan mahar dalam hukum Islam, menelaah pandangan hukum Islam tentang keterlibatan calon istri dalam menentukan mahar, serta mengkaji bagaimana Mazhab Syafi’i memandang batas kewenangan wali dan partisipasi perempuan dalam penentuan mahar perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif, tekstual, dan konseptual. Sumber data primer berasal dari kitab-kitab fiqh Mazhab Syafi’i, al-Qur’an, dan hadis, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur hukum keluarga Islam kontemporer, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar dalam hukum Islam merupakan hak eksklusif perempuan yang wajib diberikan oleh calon suami sebagai konsekuensi dari akad nikah. Mazhab Syafi’i memang menempatkan wali sebagai rukun nikah, tetapi hal tersebut tidak menghilangkan hak perempuan untuk mengetahui, menyetujui, dan terlibat dalam penentuan mahar. Prinsip ridha dan kemaslahatan dalam Mazhab Syafi’i justru membuka ruang legitimasi terhadap partisipasi perempuan dalam penentuan mahar. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan calon istri dalam menentukan mahar dapat dipandang sebagai bentuk perlindungan hak perempuan dan penguatan nilai keadilan dalam perkawinan Islam.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abu Dawud. Sunan Abi Dawud. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Bukhari. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Beirut: Dar Ibn Kathir.
Al-Ghazzi. Fath al-Qarīb al-Mujīb. Beirut: Dār Ibn Ḥazm, 2012.
Al-Nawawi. Al-Majmū‘ Sharḥ al-Muhadzdzab. Beirut: Dār al-Fikr, 2010.
Al-Nawawi. Raudhah al-Thālibīn. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2010.
Al-Qur’an al-Karim.
Al-Qurthubi. Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. Kairo: Dār al-Kutub al-Miṣriyyah, 2006.
Al-Syafi‘i, Muhammad bin Idris. Al-Umm. Beirut: Dār al-Ma‘rifah, 2002.
Al-Syatibi. Al-Muwāfaqāt fi Uṣūl al-Syarī‘ah. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004.
Al-Syirazi, Abi Ishaq Ibrahim bin Ali. Al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam al-Syafi‘i. Beirut: Dār al-Fikr.
Asrori, Ja’far, dan Firdawaty. “Giving a Marriage Dowry in Juridical, Sociological, and Philosophical Perspectives.” Indonesian Journal of Islamic Law, Vol. 17, No. 1, 2024.
Fadhilah dan Fakhrurrazi. “Penentuan Kuantitas Mahar Adat Perkawinan di Desa Neurok dalam Perspektif Fiqh Syafi’iyyah.” Jurnal Ilmiah Al-Fikih, Vol. 10, No. 02, 2021.
Ibn Katsir. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Riyadh: Dār Ṭayyibah, 2004.
Ibn Qudamah. Al-Mughnī. Beirut: Dār al-Fikr, 2012.
Khalil, Muhammad, Aten Kuswendi, dan Susi Kusmawaningsih. “Pengaruh Modernisasi terhadap Praktik Mahar dalam Masyarakat.” Syariahku: Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol. 1, No. 2, 2025.
Mahmud Marzuki. Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Jakarta: Prenada Media, 2017.
Muhsin, Rodafi, dan Madyan. “The Taking and Use of Dowry by the Bride's Parents: A Sociological and Islamic Legal Perspective.” Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Keislaman, 2025.
Muslim. Ṣaḥīḥ Muslim. Beirut: Dār Ihya’ al-Turath.
Quraish Shihab. Perempuan. Jakarta: Lentera Hati, 2005.
Quraish Shihab. Wawasan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 2007.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Wahbah al-Zuhaili. Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhu. Damaskus: Dār al-Fikr, 2011.
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2008.
DOI: http://dx.doi.org/10.61590/int.v4i02.517
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jl. Norman Umar No. 117 Rt. 7 Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kode Pos 71415. Email: integrasijurnal@gmail.com

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
View My Stats

