Analisis Dampak Banjir Tahun 2025 terhadap Tata Ruang dan Pengembangan Pemukiman di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh

Adinda Aulia Rahma, Airin Syafira, Enjel Olivia, Syarifa Naila Turrahma, Adhi Munajar

Abstract


Kabupaten Aceh Tamiang termasuk salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang memiliki kerawanan banjir relatif tinggi. Kerawanan banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah yang sebagian besar berupa dataran rendah, tingginya curah hujan, serta keberadaan Sungai Tamiang yang berpotensi meluap selama periode musim penghujan. Kabupaten Aceh Tamiang juga dikenal sebagai wilayah yang cukup rentan terhadap kejadian banjir karena faktor-faktor fisik tersebut, terutama pada kawasan yang berada di sekitar aliran sungai dan dataran rendah yang mudah tergenang ketika debit air meningkat. Kejadian banjir pada tahun 2025 memperlihatkan bahwa risiko banjir masih menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan ruang serta perkembangan kawasan permukiman di wilayah ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan antara kejadian banjir tahun 2025 dengan tata ruang serta perkembangan permukiman di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada penelaahan berbagai dokumen terkait kebencanaan, tata ruang, dan literatur ilmiah yang sesuai dengan focus penelitian. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Sistem Informasi Kebencanaan Kabupaten Aceh Tamiang, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui proses identifikasi, reduksi, interpretasi, dan sintesis data untuk memahami keterkaitan antara kejadian banjir, pemanfaatan ruang, dan perkembangan kawasan permukiman. Tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan bahwa wilayah dengan kategori cukup rawan mendominasi dengan persentase sebesar 46%, sedangkan wilayah yang tergolong sangat rawan mencapai 7%. Di sisi lain, wilayah yang termasuk dalam kategori tidak rawan mencapai 47% dari total wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Kecamatan Bendahara, Manyak Payed, Seruway, Karang Baru, dan Rantau merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerentanan relatif tinggi karena didominasi oleh lahan budidaya dan kawasan permukiman. Banjir tahun 2025 menunjukkan bahwa pengembangan permukiman masih berlangsung pada wilayah yang memiliki tingkat risiko banjir cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi RTRW secara berkala, pengendalian pemanfaatan ruang, serta penegakan zonasi pada kawasan rawan banjir guna mendukung pembangunan wilayah yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Keywords


Kerawanan Banjir, Tata Ruang, Pengembangan Pemukiman, Pengurangan Risiko Bencana, Kabupaten Aceh Tamiang

Full Text:

PDF

References


Aidina, F., Hadinata, T. E. P., & Muhibuddin. (2023). Analisis pemanfaatan ruang bantaran kanal banjir sungai aceh. Jurnal Arsitektur, 7(3), 490–496.

Agustina, A., Laila, A. F., Prasyawan, E., & Ginting, R. (2026). Informasi Banjir di Aceh Tamiang : Citizen – Generated Content Versus Klarifikasi Pemerintah. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika Dan Komunikasi, 7(1), 178–187.

Alifa, Siti Nur, Novia Zalmita, Fitriani Yulianti, dan M. Hafizul Furqan. “Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Dalam Pemetaan Lokasi Rawan Banjir Di Kabupaten Aceh Tamiang.” PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora 4, no. 5 (2025): 8138–47.

Asyiah, Nur, Fatimah Fatimah, Hanri Aldino, dan Indah Gebrina Rizki. “Aksi Kemanusiaan Dalam Penyaluran Logistik Kebutuhan Dasar Bagi Korban Banjir Di Aceh.” JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) 10, no. 4 (2026): 5461–71. https://doi.org/10.31764/jmm.v10i4.41111.

BPBA. “Banjir di 16 Kabupaten/Kota Provinsi Aceh per 27 November , 20.759 Jiwa Mengungsi, Satu Orang Hilang Terseret Arus Banjir.” 2025. https://bpba.acehprov.go.id/berita/kategori/bencana/banjir-di-16-kabupaten-kota-provinsi-aceh-per-27-november-20759-jiwa-mengungsi-satu-orang-hilang-terseret-arus-banjir.

BPBD, Aceh Tamiang. “PUSAT DATA BENCANA ALAM HIDROMETEOROLOGI SIKLON TROPIS SENYAR KABUPATEN ACEH TAMIANG.” 2025. https://cekdatabencana.acehtamiangkab.go.id/.

Chandra, Dori, TIY Kusmarrabbi Karo, Taufik Hidayat, Indra Indra, Andri Rivai, dan Ade Muhammad Ritonga. “The Collaboration of Academics, Students, and Volunteers in Responding to The Aceh Tamiang Flood Disaster: A Participatory Action Research-Based Aid Distribution Model.” Al-Arkhabiil: Jurnal Pengabdian Masyarakat 5, no. SI-1 (2025): 1–20. https://doi.org/10.51590/jpm_assunnah.v5iSI-1.1200.

Naim, Muh, dan Suci fatmawati Marzuki. “Pemodelan Genangan Banjir di Sungai Matakali Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar Menggunakan HEC-RAS untuk Mitigasi Bencana Banjir.” Jurnal Mahakarya Konstruksi 2, no. 2 (2025): 138–45.

Ningrum, Ayu Sekar. Strategi Penanganan Banjir Berbasis Mitigasi Bencana Pada Kawasan Rawan Bencana Banjir DI Daerah Aliran Sungai Seulalah Kota Langsa. 1 Januari 2020. https://www.academia.edu/79026904/Strategi_Penanganan_Banjir_Berbasis_Mitigasi_Bencana_Pada_Kawasan_Rawan_Bencana_Banjir_DI_Daerah_Aliran_Sungai_Seulalah_Kota_Langsa.

Pantow, Megani R. N., Fela Warow, dan Pingkan P. Egam. “Analisis Permukiman Rawan Banjir Pendekatan Mitigasi Bencana Studi Kasus Kelurahan Ternate Tanjung.” Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota Dan Sains 6, no. 1 (2021). https://doi.org/10.35793/fraktal.v6i1.35797.

Pratama, Muhammad Arief, Asyrafun Nisa Adelaide, Hafiz Nurdiansyah, dan Rosa Zorayatamin Damanik. “Dampak Kesehatan Pascabanjir Bandang dan Longsor November 2025 di Aceh Tamiang.” Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara 25, no. 2 (2026): 580–91. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v25i2.1200.

Rif’ati, Nury Ahdiya, dan Adjie Pamungkas. “Identifikasi Variabel Berpengaruh dalam Mengurangi Risiko Banjir di Kelurahan Sungai Jingah Kota Banjarmasin.” Jurnal Penataan Ruang 18, no. 0 (2023): 43–51. https://doi.org/10.12962/j2716179X.v18i0.17858.

Romiyadi, dan Fatmayati. “Tinjauan Pengembangan Pemukiman dan Tantangan untuk Kota yang Berkelanjutan.” Jurnal Sains dan Ilmu Terapan 8, no. 1 (2025): 305–16.

Sari, Hasrina, Almas Salsabila, dan Zainul Muttaqin. “Sosialisasi Mitigasi Banjir Dan Sistem Normalisasi Di Kabupaten Aceh Utara.” JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3, no. 1 (2026): 78–86. https://doi.org/10.60126/jukemas.v3i1.1507.

Sari, Meliana Resti, Isvan Taufik, Bima Setiawan, Endang Kusnadi, Abdul Hatta, dan Kharisma Fitriani. “Penilaian Tingkat Keterwujudan Pola Ruang Provinsi Banten sebagai Instrumen Evaluasi RTRW.” Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota 2, no. 2 (2025): 104–14.




DOI: http://dx.doi.org/10.61590/int.v4i02.499

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Publisher: Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah
Jl. Norman Umar No. 117 Rt. 7 Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kode Pos 71415. Email: integrasijurnal@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats