Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Ketahanan Sosial pada Daerah Rawan Konflik di Kabupaten Nduga, Papua
Abstract
Kabupaten Nduga di Provinsi Papua Pegunungan merupakan wilayah dengan karakteristik geografis ekstrem yang ditandai oleh topografi pegunungan, keterisolasian wilayah, keterbatasan aksesibilitas, serta dinamika konflik bersenjata yang berlangsung secara berkepanjangan. Kondisi tersebut membentuk kerentanan sosial yang kompleks karena dipengaruhi oleh interaksi antara faktor spasial, struktur sosial, dan kapasitas adaptasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik geografis Kabupaten Nduga dengan kesiapsiagaan masyarakat serta ketahanan sosial dalam menghadapi konflik bersenjata melalui perspektif geografi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang diperoleh melalui database Google Scholar dan SINTA pada periode 2016–2026. Sebanyak 22 artikel dianalisis menggunakan teknik sintesis literatur dan analisis tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara kondisi geografis, dinamika konflik, kesiapsiagaan komunitas, dan modal sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterisolasian geografis Nduga meningkatkan kerentanan sosial melalui hambatan akses layanan dasar, ekonomi, dan perlindungan formal. Namun demikian, masyarakat memiliki kapasitas adaptasi melalui jaringan kekerabatan, kepemimpinan adat, pengetahuan lokal, sistem evakuasi berbasis komunitas, serta solidaritas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan sosial masyarakat Nduga tidak hanya ditentukan oleh intervensi eksternal, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial lokal yang perlu diperkuat melalui pembangunan berbasis konteks geografis dan budaya masyarakat adat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arfiansyah, A. “Violence and civilian strategy for protection in West Papua, Indonesia.” International Journal of Conflict Studies 236 (2025): 12–25.
Chauvel, R. “Governance and the cycle of violence in Papua: The Nduga crisis.” The Asia-Pacific Journal: Japan Focus 17, no. 2 (2019).
Cutter, Susan L. “The landscape of disaster resilience indicators in the United States.” Natural Hazards Review 17, no. 3 (2016).
Ibnugraha, P. D., dan T. Fahrudin. “Persebaran layanan dan infrastruktur telekomunikasi Provinsi Papua.” Infotel 6, no. 1 (2014): 37–42.
Kamaluddin, S., R. Pongtuluran, dan L. Juli. “Revolusi birokrasi di Papua: Menghadirkan pelayanan publik prima di tengah keterbatasan infrastruktur.” Indonesian Journal of Intellectual Publication 5, no. 1 (2024): 27–37.
Kambu, Z., M. Y. Jinca, dan M. S. Pallu. “Meta synthesis of community participation model on Trans-Papua road development.” International Journal of Civil Engineering 44 (2022): 10–25.
Kambu, Z., M. Y. Jinca, dan M. S. Pallu. “Perspectives of the local communities on the development of Trans-Papua road infrastructure.” Journal of Regional Science 9 (2022): 105–18.
Leny, V. “Memahami sistem pengetahuan budaya masyarakat Pegunungan Tengah, Jayawijaya, Papua dalam konteks kebencanaan.” Antropologi Indonesia 34, no. 2 (2014).
Macaspac, N. V., dan A. Moore. “Peace geographies and the spatial turn in peace and conflict studies: Integrating parallel conversations through spatial practices.” Geography Compass 16, no. 4 (2022).
Moento, P. A., F. Wuniyu, dan W. L. Betaubun. “Politik keamanan dalam penyelesaian konflik sosial di Papua.” Jurnal Hukum dan Keamanan, 2020, 110–25.
Ohoiwutun, Y. A. T. “Development of the Indonesia–Papua New Guinea interstate border.” International Journal of Sustainable Development and Planning, 2023.
Pamungkas. “Menelusuri akar konflik dan kebijakan damai di Tanah Papua.” Antropologi Indonesia 40, no. 2 (2019).
Purwanto, A. B. “Penguatan kapasitas masyarakat dalam ketahanan pangan di daerah tertinggal: Studi kasus di Distrik Agimuga, Mimika, Papua.” Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 2017, 70–85.
Sabriani, S., A. A. Faradiba, dan Y. Yusman. “Pola penyelesaian konflik: Studi kasus pemetaan wilayah adat Papua Pegunungan.” Jurnal Antropologi Papua, 2025, 33–48.
Safarani, J. A., A. Adriyanto, dan H. J. R. Saragih. “RESPEK and PROSPEK: Welfare approach by the government to overcome vertical conflict in Papua.” Journal of Social Policy and Peace, 2023, 50–65.
Sarjito, A. “Dampak konflik sosial terhadap implementasi kebijakan otonomi daerah di Papua: Studi kasus keamanan daerah.” Jurnal Ilmu Administrasi Negara 22, no. 1 (2024): 1–16.
Soja, Edward W. Seeking Spatial Justice. University of Minnesota Press, 2010.
Wibowo, U. T., dan T. Tukiran. “Perkembangan kesejahteraan penduduk di Provinsi Papua.” Populasi 24, no. 1 (2016).
Wonda, R. J., dan B. Priyambodo. “Analisis manajemen pembangkit listrik mikrohidro (PLTMH) Kabupaten Puncak Papua Tengah.” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 24, no. 1 (2024): 513–513.
Yanthy, N. O., Y. L. M. Sitorus, dan A. R. Nurmaningtyas. “The resilience of indigenous people towards natural disasters: Case of Central Mountains of Papua.” Highland Papua Research Journal, 2022, 110–25.
DOI: http://dx.doi.org/10.61590/int.v4i02.525
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jl. Norman Umar No. 117 Rt. 7 Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kode Pos 71415. Email: integrasijurnal@gmail.com

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
View My Stats

